clinium

Clinium Untuk Hipersensitif Terhadap Penicillin, Apa Kondisi Ini?

Clinium adalah sebuah obat yang digunakan untuk mengatasi berbagai macam infeksi yang disebabkan karena mikroorganisme yang sensitif terhadap zat clindamycin. Obat ini cocok digunakan untuk mereka yang hipersensitif terhadap penggunaan penicillin. Namun, kenapa seseorang bisa menderita hipersensitif atau alergi penicillin?

Kondisi tersebut pada dasarnya merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh yang tidak normal terhadap zat yang sering digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri tersebut. Adapun tanda dan gejala adanya alergi penicillin di antaranya adalah gatal-gatal dan ruam. Reaksi yang parah termasuk anaphylaxis, yang mana merupakan sebuah kondisi yang dapat mengancam nyawa dan memengaruhi beberapa sistem tubuh. 

Alergi penicillin berarti seseorang tidak dapat menggunakan obat ini untuk merawat infeksi bakteri yang dimiliki. Oleh karena itu, dokter biasanya akan meresepkan alternatif lain seperti menggunakan clinium. Gejala dan tanda alergi penicillin umumnya akan muncul dalam satu jam setelah obat dikonsumsi. Tidak jarang pula reaksi akan muncul beberapa jam, hari, atau bahkan minggu setelahnya. Adapun gejala alergi penicillin di antaranya adalah ruam kulit, gatal-gatal, demam, pembengkakan, sesak napas, mengi, hidung meler, mata yang berair dan gatal, dan anaphylaxis. Anaphylaxis adalah reaksi alergi langka yang dapat mengancam nyawa karena sifatnya yang akan menyebabkan disfungsi di seluruh sistem tubuh. Adapun gejala anaphylaxis di antaranya adalah penyempitan saluran udara dan tenggorokan sehingga menyebabkan kesulitan bernapas, mual dan kram perut, muntah atau diare, pusing, denyut nadi yang lemah namun cepat, turunnya tekanan darah, kejang, dan hilangnya keseimbangan. 

Penyebab

Alergi penicillin terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda menjadi hipersensitif terhadap obat, dan salah bereaksi dalam menganggap obat sebagai zat yang berbahaya dan mengira bahwa zat tersebut merupakan infeksi bakteri atau virus. Sebelum sistem kekebalan tubuh menjadi sensitif terhadap penicillin, Anda perlu terpapar obat ini setidaknya satu kali. Zat kimia yang dilepaskan oleh aktivitas ini menyebabkan tanda dan gejala yang dihubungkan dengan reaksi alergi. Paparan terhadap penicillin sebelumnya mungkin tidak begitu jelas. Namun, beberapa bukti menunjukkan bahwa sedikit jejak jumlah penicillin di dalam pasokan makanan sudah cukup untuk sistem kekebalan tubuh seseorang dalam menciptakan antibodi untuknya. 

Penicillin masuk ke dalam kelas obat antibakteri yang disebut antibiotik beta-lactam. Meskipun mekanisme obat bervariasi, biasanya obat akan melawan infeksi dengan menyerang dinding sel bakteri. Jika Anda memiliki reaksi alergi terhadap satu jenis penicillin, ada kemungkinan Anda akan alergi terhadap jenis penicillin lain atau beberapa cephalosporin, seperti amoxicillin, ampicillin, nafcillin, oxacillin, ticarcillin, dan lain-lain. Sementara itu, cephalosporin meliputi cefaclor, cefazolin, cefdinir, cefpozil, dan cephalexin. 

Meskipun setiap orng dapat menderita reaksi alergi terhadap penicillin, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko, seperti riwayat alergi lain (termasuk alergi makanan atau serbuk sari), reaksi alergi terhadap obat lain, riwayat keluarga dengan alergi obat, meningkatnya paparan terhadap penicillin (yang disebabkan karena dosis yang tinggi, penggunaan yang berulang, dan penggunaan jangka panjang), serta penyakit tertentu yang dihubungkan dengan reaksi alergi obat, seperti infeksi HIV dan virus Epstein-Barr. 

Jika Anda menderita alergi penicillin, langkah pencegahan termudah adalah dengan menghindari obat ini. Jika Anda membutuhkan perawatan antibiotik, dokter akan merekomendasikan obat lain seperti clinium. Selain itu, Anda juga perlu memberitahu petugas kesehatan seputar alergi yang dimiliki. Selain itu, memakai gelang yang dapat mengidentifikasi bahwa Anda memiliki alergi obat dapat membuat petugas medis tahu kondisi Anda. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *