Kenali Penyakit Pellagra Akibat Kadar Niacin Rendah

Pellagra adalah sebuah penyakit yang disebabkan karena level niacin yang rendah. Niacin juga dikenal dengan sebutan vitamin B2. Penyakit ini ditandai dengan gejala seperti demensia, diare, dan dermatitis (dikenal pula dengan sebutan 3D). Apabila tidak diobati, pellagra dapat mengancam nyawa. Meskipun sudah jarang ditemui saat ini, berkat kemajuan produksi makanan, pellagra masih menjadi masalah di negara-negara berkembang. Penyakit ini juga dapat memengaruhi orang-orang dengan tubuh yang tidak dapat menyerap niacin. 

Gejala utama pellagra adalah demensia, dermatitis, dan diare. Ini dikarenakan defisiensi niacin akan lebih jelas terlihat pada bagian tubuh dengan tingkat pergantian sel yang tinggi, contohnya kulit dan saluran gastrointestinal. Dermatitis yang berhubungan dengan pellagra biasanya menyebabkan ruam pada wajah, bibir, kaki, dan tangan. Pada beberapa orang, dermatitis akan terbentuk di leher, sebuah gejala yang dikenal dengan istilah kalung Casal. Gejala dermatitis lainnya di antaranya adalah kulit bersisik merah; perubahan warna pada beberapa bagian kulit (mulai dari warna merah hingga cokelat); kulit yang tebal, kasar, dan pecah-pecah; dan bercak kulit terasa gatal atau terbakar. Dalam beberapa kasus, gejala neurologis akibat pellagra akan muncul sejak awal, meskipun sering sulit untuk diidentifikasi. Saat penyakit berkembang menjadi lebih parah, gejala demensia dapat muncul seperti apati, depresi, bingung dan perubahan suasana hati, sakit kepala, cemas dan gelisah, dan disorientasi dan delusi. Gejala lain pellagra di termasuk sariawan (pada bibir, lidah, atau gusi), menurunnya nafsu makan, sulit makan dan minum, dan mual serta muntah. 

Penyebab

Ada dua jenis pellagra, dikenal dengan sebutan pellagra pimer dan pellagra sekunder. Pellagra primer disebabkan karena diet rendah niacin atau tryptophan. Tryptophan dapat diubah menjadi niacin di dalam tubuh, sehingga tidak mendapatkan asupan yang cukup dapat menyebabkan defisiensi niacin. Pellegra primer lebih sering dijumpai terjadi di negara-negara berkembang yang membutuhkan jagung sebagai makanan pokok. Jagung mengandung niacytin, sejenis niacin yang manusia tidak dapat cerna dan serap kecuali disiapkan dengan benar. 

Pellegra sekunder terjadi ketika tubuh tidak dapat menyerap niacin. Hal-hal yang dapat mencegah tubuh dalam menyerap niacin di antaranya adalah alkoholisme, gangguan makan, obat-obatan tertentu, penyakit gastrointestinal seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif, sirosis hati, tumor karsinoid, dan penyakit Hartnup. 

Diagnosis

Pellagra dapat sulit untuk didiagnosis karena kondisi ini menyebabkan banyak jenis gejala. Selain itu, tidak ada tes khusus dalam diagnosis defisiensi niacin. Biasanya, dokter akan mulai dengan memeriksa gangguan gastrointestinal, ruam, dan perubahan pada kondisi mental seseorang. Dokter juga dapat melakukan pengujian pada urin Anda. Dalam banyak kasus, diagnosis pellagra melibatkan melihat apakah gejala yang timbul memberikan respon terhadap suplemen niacin. 

Pellagra primer diobati dengan perubahan diet dan suplemen niacin atau nicotinamide. Obat tersebut juga dapat diberikan secara intravena. Nicotinamide adalah bentuk vitamin B3 lain. Dengan perawatan dini, banyak orang dapat sembuh dengan sepenuhnya dan mulai merasa lebih baik setelah beberapa hari perawatan dimulai. Pemulihan pada kulit mungkin membutuhkan beberapa bulan. Akan tetapi, apabila tidak diobati, pellagra primer biasanya akan menyebabkan kematian setelah 4 hingga 5 tahun. Perawatan pellagra sekunder biasanya berfokus pada merawat apa yang menjadi penyebab kondisi tersebut. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, pellagra sekunder dapat diobati dengan pemberian niacin atau nicotinamide secara oral atau intravena. Saat proses pemulihan pellagra primer atau sekunder, penting untuk menjaga ruam apapun tetap lembap dan terlindungi dengan menggunakan tabir surya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *