Lakukan Ini Untuk Terhindar dari Vagina Bau

Vagina memiliki bau alami yang tidak terlalu menyengat dan cenderung tidak mengganggu. Aroma vagina dikatakan normal dan sehat jika berbau mirip cuka tapi tidak terlalu asam. Meski begitu, intensitas baunya bisa berubah sedikit lebih tajam selama haid, kehamilan, dan menopause. Selain itu, aroma vagina juga kerap lebih tajam setelah berhubungan seks atau berolahraga. Vagina bau yang disebabkan oleh hal-hal tersebut masih terbilang wajar, asalkan tidak sampai mengganggu.

Aroma vagina yang sehat bukanlah berbau harum dan segar seperti bunga

Di sisi lain, kadang vagina bisa mengeluarkan bau menyengat yang tidak sedap sebagai pertanda infeksi. Namun ini biasanya akan disertai dengan gejala lain seperti sensasi gatal, panas terbakar, keluar keputihan abnormal, atau iritasi.

Bau pada vagina tentu saja ditandai dengan aroma tak sedap yang muncul dari organ kewanitaan Anda. Namun, kondisi ini biasanya juga ditandai dengan gejala infeksi seperti

  • Rasa gatal
  • Sensasi terbakar
  • Iritasi pada vagina
  • Keputihan yang tidak normal

Selain itu, berikut ini berbagai faktor yang meningkatkan risiko seseorang bisa memiliki vagina bau yang tidak sewajarnya.

  • Tidak menjaga kebersihan area vagina. Misalnya jarang mandi atau membiarkan vagina terus dalam keadaan lembap
  • Melakukan douching
  • Sering berganti pasangan seks
  • Jarang ganti celana dalam, pembalut, atau tampon
  • Makan-makanan dengan bau menyengat

Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga aroma vagina tetap wangi dan sehat dan terhindar dari permasalahan vagina bau.

  1. Rutin Membersihkan Vulva Bagian Luar

Dikutip dari Healthline, wanita tidak disarankan untuk membersihkan bagian dalam vagina. Tetapi, para wanita harus rutin membersihkan vulva atau bagian luar vagina. Bagian vulva termasuk, kelentit, kap klitoris, labia bagian dalam dan labia bagian luar. Anda cukup menggunakan air bersih untuk mencuci area vulva. 

Gunakan jari-jari atau waslap bersih untuk merentangkan labia untuk membersihkannya. Kemudian, bersihkan atau gosok lipatan vulva secara lembut menggunakan air hangat. Selain menjaga aroma vagina, membersihkan vulva bertujuan untuk menghilangkan sel-sel kulit mati, keluarnya cairan, dan cairan tubuh kering lainnya agar tidak menumpuk di celah-celah vulva.

  1. Kenakan Celana Dalam Berbahan Katun dan Longgar

Wanita yang memakai pakaian berbahan katun memiliki tingkat bacterial vaginosis lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengenakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan sintetis dan ketat. Bahan katun bersifat elastis dan mampu menyerap keringat. Sifat bahan katun ini membantu vagina untuk mendapat sirkulasi udara dan mencegah keringat terkunci di area vagina yang dapat menimbulkan aroma tidak sedap.

  1. Stop Merokok dan Kurangi Minum Alkohol

Perlu diketahui bahwa kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol dapat mengubah aroma keringat. Hal yang sama berlaku untuk aroma vagina. Keduanya membuat vagina berbau lebih asam, pahit, atau basi dari biasanya. Apabila vagina beraroma tidak sedap, bisa jadi akibat kebiasaan merokok dan minum alkohol yang kamu lakukan. Coba hentikan kebiasaan ini dan lihat perbedaannya setelahnya. 

  1. Tetap Terhidrasi

Terdengar sepele, tapi percaya atau tidak, menjaga tubuh tetap terhidrasi mampu menjaga aroma vagina tetap normal. Coba perhatikan, umumnya urine akan berbau lebih kuat saat kurang minum dan sedikit berbau atau tidak berbau sama sekali ketika tubuh terhidrasi. 

  1. Penggunaan Obat Herbal

Herbal dikenal untuk membantu menghilangkan bau yang kuat dari tubuh, termasuk vagina. Salah satu tanaman herbal yang bisa digunakan untuk mengatasi vagina bau ialah rosemary. Anda tidak perlu memasaknya terlebih dahulu. Cukup masukkan beberapa tangkai ke dalam air atau bak mandi setiap hari. Aroma kuat rosemary bisa membuat vagina jadi lebih segar. Rosemary bukan satu-satunya ramuan yang dikenal bisa mengharumkan vagina.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk terhindar dari vagina bau. Anda harus menjaga kebersihan dan kesehatan vagina. Selain untuk menghindari vagina bau, hal itu juga menjaga Anda terhindar dari penyakit kulit dan kelamin.